dan saya lelah untuk sekali lagi terbangun dari mimpi yang sama.
terengah, dan mendapati peluh berjatuhan.
sesak tercekat dan tersedu sedan.
sekiranya suatu malam nanti saya harus membaca dongeng sebelum tidur dengan cerita yang berbeda.
"..between my lies and how the truth gets in the way.."
dan saya lelah untuk sekali lagi terbangun dari mimpi yang sama.
terengah, dan mendapati peluh berjatuhan.
sesak tercekat dan tersedu sedan.
sekiranya suatu malam nanti saya harus membaca dongeng sebelum tidur dengan cerita yang berbeda.
sungguh, aku enggan untuk berbincang denganmu.
sebab untuk berbicara denganku, kau berdandan necis dan terlihat sempurna.
sedang aku harus mengenakan kemeja rapih yang kusebut ego.
sebab untuk berbicara denganku, kau menolak lupa untuk bergaya.
sedang aku tak ingin terlihat lusuh didepanmu.
kukira memang sebaiknya aku tidak menemuimu.
semoga lelahmu, digantikan dengan apa apa yang bisa membuatmu ceria kelak.
meski kuharapkan, dalam lelahmupun akan tetap ada senyum tercerahmu.
ada jutaan tanda tanya dalam kepala yg belum bisa dituntaskan.
kedalam ucapan, rasanya menyadur kata bukan pilihan yang baik.
tapi mungkin memang belum saatnya.
entah apa yang sedang memburumu,
atau aku saja yang belum siap akan jawaban.
ah sial, bahkan tulisan ini terlalu bias.
lain kali saja, kukira.
yang indah menari di telinga
ialah dentingan gemericik air sisa hujan dari tepi genteng
dan bisikan tawamu yang mengusik senyum di sudut bibirku
dan hanya mengenaimu, aku tak ingin bicara.
aku tak ingin memicu kenangan kenangan terdahulu muncul dan mengendap lagi dikepalaku semalaman ini.
rasanya lebih baik aku menyesap ampas kopi yang sudah dingin dan tinggal berupa padatan didasar gelas.
atau mungkin aku menjadi lebih banyak diam?
sebab bahasan bahasan mengenai lab, sidang, udara yang dingin, gramedia, bioskop dan beberapa hal lainnya juga kuhindari.
karna entah darimana percikan perih akan membuncah di bagian dalam dadaku, dan membuatku sulit bernafas.
tapi tetap saja, melawanmu untuk hadir dalam kepalaku rasanya terlalu mustahil.
dan aku mulai mengganti kopi ku dengan teh yang tidak berampas, meskipun teh mengingatkanku padamu juga.
dan mencoba menikmati saja perihnya.
lalu menertawai diri sendiri, mengenai fakta bahwa hadirmu di isi kepalaku ternyata membuatku sedikit terhibur.
Blog Design by Gisele Jaquenod and Birdie