![]() |
| Aku adalah aku yang paling pendek diantara mereka |
Friday, February 28, 2014
Tuesday, February 25, 2014
sayap merpati
bukan aku berhenti untuk mengingatmu,
atau berhenti mencintaimu
kenangan yang kamu gores tidaklah sedikit dan sangat membekas,
hingga sampai saat ini aku tak mau melupakannya,
sangat manis..
sekali lagi untuk satu langkah kecil di hidupku
satu langkah kecil untuk perbaikan di dalam diriku sendiri
aku tak ingin terus menangisimu,
menangisi kenangan yang telah aku lepas
aku bukannya meninggalkanmu, aku melepasmu.
sesedikitnya aku menangis,
dalam tiap doa aku harap kamu menjadi sosok yang lebih baik lagi
untuk kamu, dan siapapun yang akan ada si sampingmu di masa itu
aku melepasmu bukan karena aku membenci
aku terlalu mencintaimu hingga aku merasa tak patut untuk memanjakanmu
selama kamu dalam jamah tanganku, aku tau sayapmu takkan pernah terkepak lepas mengitari senja
atau berhenti mencintaimu
kenangan yang kamu gores tidaklah sedikit dan sangat membekas,
hingga sampai saat ini aku tak mau melupakannya,
sangat manis..
sekali lagi untuk satu langkah kecil di hidupku
satu langkah kecil untuk perbaikan di dalam diriku sendiri
aku tak ingin terus menangisimu,
menangisi kenangan yang telah aku lepas
aku bukannya meninggalkanmu, aku melepasmu.
sesedikitnya aku menangis,
dalam tiap doa aku harap kamu menjadi sosok yang lebih baik lagi
untuk kamu, dan siapapun yang akan ada si sampingmu di masa itu
aku melepasmu bukan karena aku membenci
aku terlalu mencintaimu hingga aku merasa tak patut untuk memanjakanmu
selama kamu dalam jamah tanganku, aku tau sayapmu takkan pernah terkepak lepas mengitari senja
Saturday, February 22, 2014
sebuah proses hidup
yang aku harap hanya menjalani saja apa yang sekarang ada dan tetap mempersiapkan apa yang akan terjadi didepan mata
menutup masa lalu dengan kalimat yang menyatakan bahwa itu memang bagian dari alur hidup, sebuah proses
bukannya untuk menengok dan berpikir ulang dengan anggapan sepertinya aku telah memilih sesuatu yang salah saat itu
sehingga kini cuma bisa menangisi apa yang telah aku tinggalkan dan merenungi apa yang seharusnya tidak pernah aku miliki
aku hanya ingin berjalan lurus menatapi bagian depan
menerima dan berdamai dengan yang dibelakang
bukannya menghardik bahwa masa lalu adalah sebuah kesalahan.
yang aku harapkan,
ketegaran,
keikhlasan.
menutup masa lalu dengan kalimat yang menyatakan bahwa itu memang bagian dari alur hidup, sebuah proses
bukannya untuk menengok dan berpikir ulang dengan anggapan sepertinya aku telah memilih sesuatu yang salah saat itu
sehingga kini cuma bisa menangisi apa yang telah aku tinggalkan dan merenungi apa yang seharusnya tidak pernah aku miliki
aku hanya ingin berjalan lurus menatapi bagian depan
menerima dan berdamai dengan yang dibelakang
bukannya menghardik bahwa masa lalu adalah sebuah kesalahan.
yang aku harapkan,
ketegaran,
keikhlasan.
Wednesday, February 19, 2014
#BaladaApiKeyIn Fakultas Pertanian UGM
karna hari ini adalah jadwal key in angkatanku di fakultas pertanian UGM
sekedar share aja kenapa jadwal key in di kampusku sangat krusial ._.
ohya, buat yg belum tau, key in adalah KRS yang di input secara online tiap mahasiswa
1. jadwal, jam, hari tiap matakuiah itu beda beda. jadi, kalau salah satu kelas aja gagal daftar karena kuota kelas yang penuh, otomatis harus nyari kelas lain yg masih kosong. dan kalau bentrok sama mata kuliah lain, harus ngerubah susunannya lagi.
sekedar share aja kenapa jadwal key in di kampusku sangat krusial ._.
ohya, buat yg belum tau, key in adalah KRS yang di input secara online tiap mahasiswa
1. jadwal, jam, hari tiap matakuiah itu beda beda. jadi, kalau salah satu kelas aja gagal daftar karena kuota kelas yang penuh, otomatis harus nyari kelas lain yg masih kosong. dan kalau bentrok sama mata kuliah lain, harus ngerubah susunannya lagi.
saran: untuk satu mata kuliah, jam dan harinya disamakan pada tiap kelas A-F
saran: mbok ya portal dan webnya di upgrade biar kuota yg log in bisa banyak -..-
2. nama dosen. yah itulah yg selama ini direbutin mahasiswa di kampus tiap kali KRSan. jadi, kelas dengan dosen yang "baik" akan cepat memenuhi batas kuota, sedangkan kelas dengan dosen yang "kurang baik" bakal jadi kelas sisa mahasiswa yang gagal key in. kindda zonk class.
saran: nama dosen dihapus di daftar matakuliah. terus jam, kelas dan ruangan juga di acak lagi.
3. portal SIA yang cuma punya kuota login akun mahasiswa yang kecil. jadi, tiap coba log in bakal muncul api kayak gini
![]() |
| KURANG BETE APA COBA KALAU DIKASIH API GINI???? |
4. nah, kalau udah bisa log in, buat daftar KRS, ngerubah, daftar praktikum, atau ngerubah atau apapunlah, terlalu banyak pilihan/option. jadi yaa sering loading page karna banyak pilihan yg harus dipilih, dan tiap pilihan selalu me-loading page baru. sementara waktu yang dikasih buat tiap kali log in cuma 15 menit.
saran: page yang harus di loading di minimalis, dan tidak error yang bikin mahasiswa harus ngulang prosedur key in -_-
oke, mungkin cuma itu aja dari aku buat web SIA fakultas pertanian UGM
happy key in! ^^
Sunday, February 16, 2014
i thought
i thought he'd feel loosing me
but he didn't even miss me
i thought i was his everything
but he didn't even need me
i thought he'd bag me not to go
but he didn't even ask me to stay
i thought he loved me
but he's not
he was never been
but he didn't even miss me
i thought i was his everything
but he didn't even need me
i thought he'd bag me not to go
but he didn't even ask me to stay
i thought he loved me
but he's not
he was never been
Saturday, February 15, 2014
untitled
bukan mencari kesempurnaan,
tapi untuk mengimbangi kekurangan
bukan hanya menginginkan kebahagiaan,
tapi yang dapat juga menghapus tangisan
bukan selalu soal siapa yang selalu berada didepan mata,
harusnya diperhatikan juga siapa yang dibelakang,
yang selalu sabar untuk sekedar menjadi sandaran ketika berada di tengah kelelahan
hingga nanti ketika ia pergi, barulah disadari keberadaannya selama ini
bukan tentang siapa yang selalu terlihat,
tapi tentang siapa yang selalu melihatmu
tapi untuk mengimbangi kekurangan
bukan hanya menginginkan kebahagiaan,
tapi yang dapat juga menghapus tangisan
bukan selalu soal siapa yang selalu berada didepan mata,
harusnya diperhatikan juga siapa yang dibelakang,
yang selalu sabar untuk sekedar menjadi sandaran ketika berada di tengah kelelahan
hingga nanti ketika ia pergi, barulah disadari keberadaannya selama ini
bukan tentang siapa yang selalu terlihat,
tapi tentang siapa yang selalu melihatmu
Wednesday, February 12, 2014
stasiun kereta api
sekali lagi aku berdiri ditempat yang sama
menatapi parasmu dengan raut memohon agar kepergianku ditunda selama mungkin
kali ini dengan harapan harapan yang berbeda
agar suatu saat, ketika aku kembali ke tempat ini lagi, aku dapat menemui cintaku utuh kembali
dan segalanya yang telah rusak telah pulih kembali
aku melangkahkan kakiku ke peron
melambaikan tanganku dengan senyum lepas yang aku rasa itu menyakitimu
di gerbang perbatasan peron, sekali lagi aku berbalik ke arahmu
dan seperti biasa pula, kau masih berdiri ditempatmu, berharap dapat menahanku
namun nyata hanyalah tersenyum hampa turut melambaikan tangan serta berteriak agar aku berhati hati
stasiun,
tempatku meninggalkan kotamu
meninggalkan angan dan harapan yang tinggalah serpih
meninggalkan cinta lama untuk dikubur dalam dalam
hingga suatu saat nanti bisa kudapati dalam keadaan rapih seperti dulu, kau genggam dalam rengkuhanmu
stasiun,
menyadari aku mulai sendiri, saat itulah kudapati airmata yang menari
menyadari segalanya tidaklah sama, saat itulah perih terasa
aku memejamkan mata
berharap dapat melepas apa yang seharusnya tidak aku miliki
melepas perih dalam tetesan airmata seiring berjalannya kereta malam itu
yang membawaku pulang ke kota dimana seharusnya aku berada
realita
menatapi parasmu dengan raut memohon agar kepergianku ditunda selama mungkin
kali ini dengan harapan harapan yang berbeda
agar suatu saat, ketika aku kembali ke tempat ini lagi, aku dapat menemui cintaku utuh kembali
dan segalanya yang telah rusak telah pulih kembali
aku melangkahkan kakiku ke peron
melambaikan tanganku dengan senyum lepas yang aku rasa itu menyakitimu
di gerbang perbatasan peron, sekali lagi aku berbalik ke arahmu
dan seperti biasa pula, kau masih berdiri ditempatmu, berharap dapat menahanku
namun nyata hanyalah tersenyum hampa turut melambaikan tangan serta berteriak agar aku berhati hati
stasiun,
tempatku meninggalkan kotamu
meninggalkan angan dan harapan yang tinggalah serpih
meninggalkan cinta lama untuk dikubur dalam dalam
hingga suatu saat nanti bisa kudapati dalam keadaan rapih seperti dulu, kau genggam dalam rengkuhanmu
stasiun,
menyadari aku mulai sendiri, saat itulah kudapati airmata yang menari
menyadari segalanya tidaklah sama, saat itulah perih terasa
aku memejamkan mata
berharap dapat melepas apa yang seharusnya tidak aku miliki
melepas perih dalam tetesan airmata seiring berjalannya kereta malam itu
yang membawaku pulang ke kota dimana seharusnya aku berada
realita
Subscribe to:
Posts (Atom)


