Monday, November 10, 2014

Jogja bukan milik kita

aku kira Jogja milik kita berdua.
tapi ternyata tidak.
ada setitik nama lain yang kamu bawa dalam semburat kenangan romantis kita di kota ini.
pada kedatanganmu yang katamu untuk menepati sebuah janji.

tidak.
keadaan sudah tidak sama lagi, sekarang ini.
dan kenapa harus janji yang itu yang kau tepati saat ini?
dan kamu keamnakan ribuan janji kita yang sempat kita toreh mengenai kota ini?

sekali lagi,
ternyata jogja tidak lagi milik kita berdua.
sebuah nama yang kamu bawa membuat penepatan janjimu justru menyakitkan.
sebuah penepatan janji yang seharusnya terasa manis.

Tuesday, November 4, 2014

ucapan

dalam sepiring nasigoreng petang tadi
kita, berdua dalam canda dan gurau
seakan enggan untuk beranjak dari tempat itu,
seakan enggan untuk berucap "sampai jumpa besok"
tapi aku khawatir akan tempat yang justru telah enggan menjadi saksi kita berdua di malam tadi

"terimakasih makan malam singkatnya tadi,"
akurasa seperti itu yang ingin kuucapkan
akurasa seperti menyelipkan kalimat
"semoga ada waktu untuk berdua bersamamu lagi secepatnya"

Monday, November 3, 2014

Fitriya Ningrum

it's been 7 years since the last time we say goodbye to each other
but we're still keep in touch,
sharing a little thing that ruins our life while we're in a difference island.
until this night we finally met and hug each other.
even only in 1 hour, we had a chit chat, laughter, and anything.


dulu kami adalah dua gadis kecil dengan seragam biru putih yang duduk sebangku
aku tanpa jilbabku, dengan rambut sebahu berbelah tengah
sedang dia dengan jilbabnya dan tinggi tidak lebih dari telingaku.

kami yang tadi berjumpa,
dengan eyeliner dan maskara, polesan bedak tipis dengan aroma parfum kami masing masing.
kami yang sama sama menanggalkan kacamata saat itu silih berganti menuang cerita dan tawa
dia yang sekarang sudah menyandang status sebagai penulis, sedang aku mahasiswa pejuang pangan

tapi pada dasarnya, dia tetap seperti apa dia pada dulunya
si kecil dengan suara lembut yang mengingatku sesempurna pandangannya sejak pertama kali bertemu denganku
antara adik dan kakak entah siapa yang lebih dewasa diantara kami, karena tinggi kami sekarang sudah sama.

hujan cinta

m: kamu masih suka hujan?
r: iya :)
m: sampai sekarang?
r: iya. masih suka. aku cinta hujan. dan gerimis.
m: meskipun hujan telah berkali kali membuat rencanamu gagal?
r: apa aku peranh berhenti mencintaimu hanya karena kamu membuatku kecewa?
m: ....
r: mencintai tidak sesederhana "karena itu bisa membuatku bahagia" kamu tau itu?
m: .....

Wednesday, October 29, 2014

skenario hidup

sebelum aku melangkahkan kaki lebih jauh lagi
aku bingung
akan skenario hidup yang telah Tuhan tuliskan untukku
tentang humor hidup yang aku nikmati dengan jeritan

apakah ini tentang filosofi busur panah?
sebelum semakin jauh, akan ditarik sedekat dada

apakah ini tentang filosofi jurang?
sebelum melompat mendekat, harus menjauh terlebih dahlu beberapa langkah

ataukah tentang teori kopi?
sepahit itulah yang bisa aku nikmati

hidup.
sekali lagi tentang bagaimana aku melihat segalanya
tentang dari sisi mana aku menatapnya
tentang aku, kamu, dan hatiku.

hahh..
setidaknya aku pernah merasakan manisnya senyuman.

Sunday, October 26, 2014

kenyataan

tentang surat yamg terakhir aku kirimkan,
aku rasa penikmat tulisanku sudah bukan lagi orang yang kepada siapa surat itu aku kirimkan
sekali lagi tentang kehilangan asaku,
saat aku sudah membangun lagi harap,
dan saat itupun kenyataan sirna

terkadang apa yang terjadi memang tidak untuk dipahami,
tapi hanya untuk diterima.

kepergianmu?
bukan, aku rasa ini bukan tentang siapa yang pergi atau meninggalkan.
ini tentang kegagalanku dalam menjagamu.


#nowplaying : Lost Stars - Maroon 5

But don't you dare let our best memories bring you sorrow~

Wednesday, October 22, 2014

secangkir kopi bersamamu

kamu suka kopi?
aku juga suka kopi :)
terlebih ketika menikmatinya bersamamu,
apabila kita masih dalam ikatan jarak,
aku suka menikmati kopi dengan hanya sekadar memikirkanmu
kopiku tidak pernah sendiri,
sebab saat aku menyeduhnya,
aku menaruh gula terlalu banyak didalamnya
yang aku maksud bukan gula dalam definisi sesungguhnya
yang aku maksud adalah apa apa tentang kamu
karena segalanya yang tentang kamu terasa semanis gula