kau sudah mengepak segala barangmu, dan menutup resleting kopermu.
menyesap tetes terakhir seduhan teh yang sengaja aku bawakan untukmu.
detik yang berjalan terasa tiga kali lebih cepat dari sewajarnya.
kau mengikat tali sepatumu.
sudah waktunya kau beranjak pergi.
saat ini adalah saat yang paling tepat untuk menangis dipelukmu,
memohon agar kau tinggal disini lebih lama satu hari lagi.
tapi untukmu, aku tidak melakukannya.
kau mendekap tubuhku sejenak, lalu melepaskannya.
karna kau tau, sedetik lebih lama lagi akan membuat aku meneteskan airmataku.
aku tersenyum, lalu kucium tanganmu.
dan melambaikan tanganku padamu yang berlalu.
Saturday, October 8, 2016
Saturday, October 1, 2016
Seduhan Teh Pagi
Pagi ini gerimis hadir menggantikan kamu.
Secangkir teh mengepulkan uapnya.
Kali ini aku yang menggantikanmu menyesapnya.
Aku putar radio, alih alih playlist yang biasa kita dengar berdua.
Ah, sialan.
Bahkan radiopun sedang senang senangnya memutarkan lagu yang biasa kau nyanyikan untukku.
Pagiini teralu sendu.
Gerimis aku jadikan alasan untuk tidak pergi membeli sarapan.
Perihal kamu yang sudah tidak lagi menemaniku untuk sarapan, sengaja aku acuhkan.
Sesapan terakhir untuk teh pagi ini.
Bersamaan dengan pesan singkatmu yang masuk ke handphoneku.
“selamat pagi, sayang. Selamat beraktivitas. Jangan lupa sarapan!”
Gerimis mereda.
Sekarang aku mengerti.
Kenapa kau selalu suka pada tiap cangkir teh yang aku seduhkan untukmu setiap pagi.
Secangkir teh mengepulkan uapnya.
Kali ini aku yang menggantikanmu menyesapnya.
Aku putar radio, alih alih playlist yang biasa kita dengar berdua.
Ah, sialan.
Bahkan radiopun sedang senang senangnya memutarkan lagu yang biasa kau nyanyikan untukku.
Pagiini teralu sendu.
Gerimis aku jadikan alasan untuk tidak pergi membeli sarapan.
Perihal kamu yang sudah tidak lagi menemaniku untuk sarapan, sengaja aku acuhkan.
Sesapan terakhir untuk teh pagi ini.
Bersamaan dengan pesan singkatmu yang masuk ke handphoneku.
“selamat pagi, sayang. Selamat beraktivitas. Jangan lupa sarapan!”
Gerimis mereda.
Sekarang aku mengerti.
Kenapa kau selalu suka pada tiap cangkir teh yang aku seduhkan untukmu setiap pagi.
Monday, August 1, 2016
-
pagi tadi saya menghadiri sebuah seminar hasil penelitian dari teman saya, Didit.
dosen yang membimbingnya pun hadir disana, beliau bernama ibu Ani Widyastuti,
sesi ketiga dari seminar tersebut merupakan sesi dimana sang dosen akan memberi masukan dan kritikan bagi sipembawa seminar hasil,
tapi alih alih masukan dan saran, ibu Ani justru memberi kami semua yang hadir di ruangan tersebut sebuah ucapan terimakasih yang sangat bijak
kurang lebih, beliau berkata seperti ini:
"saya mengucapkan terimakasih buat semua yang hadir dalam semhas (seminar hasil) anak didik saya ini. saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman teman Didit yang sudah membantu perjuangan Didit hingga mencapai tahap ini.
karna kita semua berada disini bukan hanya karena kita sendiri, bukan? kita bisa berada disini karna orang orang di sekeliling kita yang peduli dengan kita.
maka, saya mengucapkan terimakasih kepada teman teman dari Didit"
kemudian disambut dengan tepuktangan yang riuh dari peserta seminar hasil pagi itu.
dosen yang membimbingnya pun hadir disana, beliau bernama ibu Ani Widyastuti,
sesi ketiga dari seminar tersebut merupakan sesi dimana sang dosen akan memberi masukan dan kritikan bagi sipembawa seminar hasil,
tapi alih alih masukan dan saran, ibu Ani justru memberi kami semua yang hadir di ruangan tersebut sebuah ucapan terimakasih yang sangat bijak
kurang lebih, beliau berkata seperti ini:
"saya mengucapkan terimakasih buat semua yang hadir dalam semhas (seminar hasil) anak didik saya ini. saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman teman Didit yang sudah membantu perjuangan Didit hingga mencapai tahap ini.
karna kita semua berada disini bukan hanya karena kita sendiri, bukan? kita bisa berada disini karna orang orang di sekeliling kita yang peduli dengan kita.
maka, saya mengucapkan terimakasih kepada teman teman dari Didit"
kemudian disambut dengan tepuktangan yang riuh dari peserta seminar hasil pagi itu.
Sunday, July 31, 2016
dream
whoever you are, someone who hold me that tight lastnight.
i don't even know your name.
thanks for hugged me that way.
thanks for being afraid of loosing me.
thanks for all of the feeling you had to me.
for the man in my dream lastnight,
thank you for the nice dream.
Tuesday, July 19, 2016
-
x: i'm fine. lol.
y: but i got you lie
x: if i did lie, then what?
y: ....
x: you know what? no one can catch someone who break apart that well..
y: but i got you lie
x: if i did lie, then what?
y: ....
x: you know what? no one can catch someone who break apart that well..
Monday, July 18, 2016
hujan
karna dibawah rinai hujan,
kau tertawa,
lalu menangis,
sejenak hampa,
lalu kau tersenyum tegar.
karna dibawah rinai hujan,
kau selalu sejujur itu.
Saturday, July 16, 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)
